back

index

next

Mengenal Syarah-syarah dan Terjemah-terjemah Nahjul Balaghah

Minhajul Bara’ah

Nama Penulis:Quthbuddin Abul Hasan Sa’id Rawandi (Wafat: 573 HQ)

Metode: Sastra (Bahasa), teologi dan historis

Tahun Penulisan:Abad keenam HQ, ditulis dengan bahasa Arab. Tahun penyelesaiannya:556 HQ

Kedudukannya: Salah satu rujukan “Syarah Ibnu Abil Hadid”.

Keterangan: Sebagian ulama’ (Ibnu Abil Hadid dan penulis “Riyadhul Ulama’”) syarah ini sebagai syarah pertama Nahjul Balaghah.

A’lam Nahjul Balaghah

Nama Penulis:Ali bin Nashir

Metode: Sastra (Bahasa) dan teologi

Tahun Penulisan:Abad kelima HQ. Ditulis dengan bahasa Arab

Kedudukannya:“Syarah paling ringkas,terpercaya dan terkuat” [Kasyful Hujab, hal 53]

Keterangan:Syarah pertama Nahjul Balaghah [pendukung pendapat ini adalah Allamah Amini, penulis kitab “Al-Ghadir” dan Hujjatul Islam Doktor Sayed Jawad Mustafawi] akan tetapi editor syarah ini (Azizullah Atharudi) memberikan beberapa argumen yang menolak pendapat ini dan tampaknya kesalahan ini dari pengarang kitab ”Kasyful Hujab” sehingga yang lain juga menukil darinya.

[Silahkan lihat: “A’lam Nahjul Balaghah” dan “Kavusyhi Dar Nahjul Balaghah” (Kajian dalam Nahjul Balaghah) makalah Atharudi, Kasyful Hujab Sayed I’jaz Husain, hal 53]

Hadaiqul Haqaiq Baihaqi

Nama Penulis:Abul Hasan Quthbuddin Muhammad bin Husain Kaidari Baihaqi

Metode: Satra, teologi dan historis

Tahun Penulisan:573 HQ dengan bahasa Arab [Adh-Dhari’ah, jilid 14, hal 146]

Kedudukannya: Salah satu rujukan penting syarah Nahjul Balaghah Ibnu Maitsam dan termasuk syarah Nahjul Balaghah terlengkap

Keterangan: Kaidari dalam syarah ini menyebutkan syarah Nahjul Balaghah Imam Wabari, Rawandi dan Baihaqi dan menukil beberapa hal dari Ibnu Sina dan Ghazali.

Syarah Ibnu Abil Hadid

Nama Penulis:Abdul Hamid bin Muhammad, dikenal dengan Ibnu Abil Hadid

Metode: Historis,Sastra (Bahasa), Akhlaki khususnya dalam pembahasan-pembahasan historis keluar dari batas keadilan

Tahun Penulisan:Tahun penyelesaiannya 640 HQ yang ditulis dengan bahasa Arab selama 4 tahun 8 bulan

Kedudukannya: Salah satu syarah Nahjul Balaghah terpenting, terlengkap dan terkuat [Menurut Allamah Syusytari dan Doktor Sayed Jawad Mustafawi] dan dengan memperhatikan bahwa Ibnu Abil Hadid mengakui keutamaan-keutamaan Imam Ali as yang tidak terhitung dan kejelekan-kejelekan para penentangnya, sebagian ulama’ Ahlu Sunnah menganggapnya condong kepada Syi’ah!!!

[Silahkan lihat: Mukaddimah Fadhail al-Shahabah, Ahmad Hanbal, jilid 1, hal 37]

Keterangan: Ini adalah syarah terbesar dari ulama’ Ahlu Sunnah atas Nahjul Balaghah.

Ma’arij Nahjul Balaghah

Nama Penulis:Abul Hasan Ali bin Zaid Baihaqi

Metode: Sastra (Bahasa), historis dan teologi

Tahun Penulisan:Penulisannya selesai pada tahun 552 HQ

Kedudukannya: Orang pertama yang memberikan syarah kepada seluruh khutbah Nahjul Balaghah dan mengkaji berbagai khutbah-khutbahnya

Keterangan: Ali bin Zaid Baihaqi berkata: “Aku mempelajari Nahjul Balaghah di sisi ayahku dan aku mengenal kitab ini dan mengetahui beberapa hekekat dan rahasianya dan setelah itu, aku mempersiapkan diri untuk menulis sebuah syarah ringkas Nahjul Balaghah sehingga orang lain memanfaatkan kitab ini”

[Kavushi Dar Nahjul Balaghah, hal 279; Al-Dhari’ah, jilid 14, hal 139]

Syarah ini tidak boleh keliru dengan “Al-Ma’arij Fi Syarh Nahjul Balaghah” Quthbuddin Rawandi.

Anwarul Fashahah

Nama Penulis:Nidhamuddin Ali Gilani

Metode: Teologi dan historis

Tahun Penulisan:Pada tahun 1036 HQ jilid pertamanya diselesaikan

Kedudukannya: Terjemah Nahjul Balaghah dalam bahasa Persia pada abad 11

Keterangan: Anwarul Fashahah adalah ringkasan syarah Ibnu Maitsam dengan beberapa tambahan dari syarah Ibnu Abil Hadid [Adh-Dhari’ah, jilid 2, hal 436 dan jilid 14, hal 136]

Syarah Nahjul Balaghah Ibnu Maitsam

Nama Penulis:Kamaluddin Maitsam bin Ali bin Maitsam Bahrani (Wafat 679 atau 699 HQ)

Metode: Teologi,filosofis dan Sastra (Bahasa)

Tahun Penulisan:Selesai pada tahun 677 HQ dan ditulis dengan bahasa Arab dalam lima jilid

Kedudukannya: “Hanya mengartikan bahasa dengan teliti, namun dari sisi analisa-analisa sosial, historis dan akhlaki Nahjul Balaghah, bukan sebuah syarah yang bagus.” [Partue az Nahjul Balaghah, Doktor Mustafawi, hal 139]

“Karena Ibnu Maitsam memiliki cita rasa filosofis maka ia telah melakukan banyak takwilan-takwilan tidak benar dalam syarahnya dan terjerumus ke dalam kesalahan pada pemahaman maksud, pengetahuan sejarahnya minim dan dalam hal-hal ini juga terdapat berbagai kesalahan.” [Allamah Syekh Muhammad Taqi Syusytari, Bahj al-Shibaghah, jilid 1, hal 24]

Allamah Muhaddits Urmawi menulis: “Syarah Nahjul Balaghah ini layak ditulis dengan cahaya kejernihan-kejernihan mata manusia, bukan dengan tinta di atas kertas-kertas.” [Mukaddimah “Syarh ‘Alal Ma’matil Kalimah”, hal 6]

Keterangan: Selain syarah ini, Ibnu Maitsam juga memiliki dua syarah lagi dengan nama “Mutawassith” dan syarah “Shaghir” Nahjul Balaghah yang belum dicetak dan naskah-naskah tulisan tangannya masih ada.

Manhajul Fashahah Ardabili

Nama Penulis:Husain bin Syarafuddin, terkenal dengan “Ilahi Ardabili” (Wafat tahun 950 HQ)

Metode: Sastra (Bahasa) dan Irfani

Tahun Penulisan:Abad 10 HQ

Kedudukannya: Dalam pengokohan dasar-dasar pemikiran Syiah pada awal-awal pemerintahan Shafawi memainkan peran penting.

Keterangan: Sebagian orang meyakini syarah ini sebagai syarah dan terjemahan Nahjul Balaghah pertama bahasa Persia.

Minhajul Bara’ah Khu’i

Nama Penulis:Mirza Habibullah Hasyimi Khu’i (Wafat tahun 1324 HQ)

Metode: Sastra (Bahasa) dan riwayat (Hampir mirip dengan metode penulisan tafsir Majma’ul Bayan Thabarsi: Bahasa, i’rab (kata) dan arti

Tahun Penulisan:Abad 14 dan pada tahun 1300 HQ jilid pertama telah diselesaikan.

Kedudukannya: “Mirza Habibullah Khu’i memiliki sebuah syarah yang bagus… beliau mentelaah syarah-syarah Nahjul Balaghah sebelum beliau dan menambahkan beberapa hal atasnya dan beliau telah menulis syarah yang sangat bagus” [Doktor Sayed Jawad Mustafawi “Partue az Nahjul Balaghah” hal 139]

Akan tetapi Allamah Syusytari menulis: “Syarah Khu’i selain menyodorkan riwayat-riwayat lemah (dha’if) melalui jalur para perawi Syiah, tidak memiliki apa-apa dan hal itu tidak dapat dijadikan hujjah bagi orang selain Syiah dan tidak memiliki pengetahuan-pengetahuan historis banyak dan melakukan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh Ibnu Maitsam [Bahj Ash-Shibaghah, jilid 1, hal 25]

Keterangan: Penulis pada mukaddimah kitabnya memaparkan 7 keistimewaan syarahnya. Kitab ini dicetak dalam 21 jilid dengan edit dan penjelasan yang 5 jilid terakhir ditulis oleh Ayatullah Hasan Zadeh Amuli.

Fii Dhilal Nahjul Balaghah

Nama Penulis:Jawad Mughniyah Lubnani

Metode: Sosial, teologi dan Sastra (Bahasa)

Tahun Penulisan:1392 HQ [1350 HS]

Kedudukannya: Menghindari ifrath dan tafrith dan memberikan penjelasan maksud Imam Ali as dengan kata-kata pendek atau singkat.

Keterangan: Kitab ini dijelaskan dengan tema-tema: bahasa, i’rab dan arti. Penulis syarah ini setelah menulis “Al-Kasyif” dalam tafsir al-Quran dalam 7 jilid, memberikan syarah Nahjul Balaghah dalam 4 jilid.

Syarah Nahjul Balaghah, Ustad Ja’fari

Nama Penulis:Syekh Muhammad Taqi Ja’fari Tabrizi

Metode: Filosofis dan pembahasan komparatif dengan berbagai aliran dan pengetahuan-pengetahuan, terutama pengetahuan-pengetahuan Barat [Majalah Hauzeh, no 19]

Tahun Penulisan:Abad 14 dan 15 HQ

Kedudukannya: Syarah Nahjul Balaghah terbesar bahasa Persia yang hingga saat ini dicetak.

Keterangan: Sampai saat ini, syarah tersebut telah dicetak dalam 27 jilid hingga khutbah 185.

Syarh Qazwini atas Nahjul Balaghah

Nama Penulis:Muhammad Saleh Qazwini Raughani

Metode: Sastra (Bahasa) dan historis

Tahun Penulisan:Abad 11 HQ

Kedudukannya: “Syarah Nahjul Balaghah Mulla Saleh semakin aku lihat aku tidak mendapatkan kesalahan di dalamnya…” [Partue az Nahjul Balaghah Doktor Mustafawi, hal 140]

“Termasuk syarah Nahjul Balaghah yang paling bermanfaat dan berguna” [Allamah Tehrani: Adh-Dhari’ah, jilid 14, hal 128]

Tanbihul Ghafiliin Wa Tadhkiratul ‘Arifiin

Nama Penulis: Mulla Fathullah Kasyani [Penulis tafsir Minhaj Ash-Shadiqiin] (Wafat tahun 988 HQ)

Metode: Sastra (Bahasa) dan historis

Tahun Penulisan:Abad 10 HQ

Kedudukannya: “Dua syarah ini (syarah Mulla Fathullah dan syarah Mulla Saleh) teliti dan bagus” [Doktor Jawad Mustafawi “Partue az Nahjul Balaghah”, hal 140]

Keterangan: Syarah ini dapat dianggap sebagai ringkasan dan terjemah dari syarah Ibnu Maitsam dan penulisnya sendiri menyinggung hal tersebut dalam mukaddimah kitabnya. Kitab ini dicetak di Teheran dengan usaha keras Mansur Pahlevan pada tahun 1364 HS.

Syarah dan Terjemah Faidhul Islam

Nama Penulis:Sayed Ali Naqi, dikenal dengan Faidhul Islam Isfahani

Metode: Sastra (Bahasa) dan historis (dengan ringkas)

Tahun Penulisan:Tahun 1365 HQ

Kedudukannya: Selain ulama dan orang-orang khusus, tidak seorangpun mengenal Nahjul Balaghah selain nama, terjemahan pertama yang [pada saat ini] dilakukan, dari seorang penerjemah ruhani terhormat yang pada mulanya memahamkan Nahjul Balaghah kepada semua orang dan menyodorkan ke hadapan mereka, dia adalah Sayed Ali Naqi Faidhul Islam. Saya menghargai beliau dan usaha beliau adalah penting sehingga saya memberikan penghargaan besar terhadapnya.” [Ayatullah Sayed Ali Khamenei, “Bazgash beh Nahjul Balaghah” (Kembali kepada Nahjul Balaghah), hal 21]

Keterangan: Menurut pengakuan penulis sendiri, hingga tahun 1351 HS sekitar 1 juta jilid kitab telah tercetak dan terjual.

Terjemah Nahjul Balaghah, Fadhil

Nama Penerjemah:Jawad Fadhil

Metode: Terjemahan syair kepahlawanan dengan ungkapan-ungkapan sastra yang sangat indah

Tahun Terjemah:Tahun 1321 HS

Kedudukannya: “Jawad Fadhil memiliki pena (tulisan) bagus, ungkapan-ungkapan kitabnya menarik dan layak untuk dibaca.” [Partue az Nahjul Balaghah, Doktor Mustafawi, hal 139]

“Setelah Shahrivar tahun 1320 telah terbit kumpulan tulisan almarhum Jawad Fadhil yang meskipun tulisannya sangat bagus, namun dalam banyak tempat tidak berhubungan dengan ucapan-ucapan Imam Ali as.” [Doktor Syahidi – Mukaddimah Nahjul Balaghah]

Bahj Ash-Shibaghah, Allamah Syusytari

Nama Penulis:Syekh Muhammad Taqi Syusytari, dikenal dengan “Penulis Kamus al-Rijal”(Wafat tahun 13 75 HS)

Metode: Historis, Sastra (Bahasa), riwayat, teologi dan …

Tahun Penulisan:Abad 14 HQ, penyusunan kitab ini dilakukan di Syusytar [Kayhan-e Farhanggi,tahun 1364, no 1]

Kedudukannya: Syarah Nahjul Balaghah terbaik dan terlengkap yang di dalamnya mengkritik syarah-syarah terkenal Nahjul Balaghah, menunjukkan kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahannya, menghindari penjelasan-penjelasan tambahan dan berusaha hanya memahamkan maksud Imam Ali as.

Keterangan: Syarah tematis pertama seluruh Nahjul Balaghah dan beliau menunjukkan kelebihan-kelebihan syarahnya dalam mukaddimah kitabnya. Syarah ini dicetak dalam 14 jilid.

Terjemah Nahjul Balaghah, Syahidi (Persia)

Nama Penerjemah:Doktor Sayed Ja’far Syahidi

Metode: Terjemahan teliti dengan ungkapan-ungkapan sastra sangat indah dan menarik hati

Tahun Terjemahan: Tahun 1368 HS

Kedudukannya: Salah satu terjemahan terbaik Nahjul Balaghah

Keterangan: Terjemahan ini terpilih sebagai kitab terbaik tahun 1369 HS dan dalam jangka waktu yang singkat tercetak dalam jumlah yang sangat banyak dan dalam cetakan baru.

back

index

next